Refreshing Ala Dokter

Tulisan saya kali ini, walaupun sepertinya ngomongin masalah ekonomi, tapi ternyata ada kaitannya dengan kedokteran. Wong yang bikin seminar ini perusahaan obat, dan yang datang pada para dokter kok… hehehe

Lumayan menyegarkan dibanding seminar obat biasa. Walaupun kali ini nggak dapat sertifikat SKP, saya bener-bener nggak nyesel ikut acara ini. Thanks darl…

Judul seminarnya: MENGELOLA KEUANGAN & MEMILIH INVESTASI YANG TEPAT UNTUK MASA DEPAN. Pembicaranya adalah Safir Senduk, yang terus terang saja tidak saya kenali mukanya waktu dia duduk di lobi..hehehe. Tapi kehebatannya sebagai perencana keuangan tidak perlu diragukan lagi.
Acara ini nampaknya pas banget bagi para dokter yang kebanyakan duitnya dan bingung mo dikemanain (tapi kayaknya sekarang saya belum deh..hahahha….*ngakak guling-guling). Atau malah cocok untuk dokter baru yang masih ‘sederhana’ seperti saya (Apa yang mau direncanain, orang uangnya belum banyak banget..heheh).

Tidak bisa dipungkiri, pandangan banyak orang terhadap dokter adalah seorang yang kaya raya, mewah melimpah, subur makmur, dan bersahaja. Padahal nggak semuanya.
Kalau saya liat kanan-kiri nih,, yang kayak gitu; kalo nggak dia dah spesialis atau professor dengan mobilitas yang tinggi, dia adalah seorang dokter yang berbisnis; entah bisnis warisan keluarga, mungkin punya klinik lah (apalagi klikin kecantikan), mungkin ikut MLM kah (hihiihihi), intinya dia punya bisnis lain selain dia sekedar menjadi seorang dokter biasa. Dan saya pikir saya adalah salah satunya nanti.. amin…

Asyiknya seminar ini, nggak bikin saya ngantuk. Safir memulai dengan permainan yang membuat kami mengenali apakah kami dominan memakai otak kiri atau kanan, karena psikologi sangat berkaitan dengan keuangan.

Intinya, orang yang dominan otak kanan, membeli barang berdasarkan rasa suka, sedangkan orang yang dominan otak kiri harus memiliki alasan logis untuk mengeluarkan uang.  Dalam pengambilan resiko untuk investasi, orang dengan otak kanan  yang dominan akan lebih berani.

Kembali ke masalah penghasilan, yang paling penting bukanlah ‘Seberapa besar penghasilan Anda.”, akan tetapi ‘Seberapa besar yang bisa diinvestasikan dari penghasilan Anda.’
Safir mengajak peserta memahami pola keuangannya selama ini, melalui gambar-gambar sederhana. (ini gambarnya buatan saya,, maaf jelek!)

Termasuk yang manakah Anda?

Panah merah: kebutuhan sehari-hari; Panah biru: belanja berwujud barang, tapi yang konsumtif (Hp, tas, sepatu, dll); Panah hijau: investasi.
Setelah saya lihat-lihat, ternyata pola keuangan saya selama ini adalah  PASPASAN (Hiks…). Karena walaupun saya berinvestasi, simpanan dibelanjakan untuk kebutuhan konsumtif (baru-baru ini udah belanja,,, ceritanya ada di sini)
Safir mengatakan bahwa persentase pengeluaran dari penghasilan kita seharusnya:
•    Cicilan utang maksimal 30%
•    Tabungan dan investasi minimal 10%
•    Premi asuransi maksimal 10%
•    Biaya hidup maksimal 50%
Tabungan dan investasi dianggap minimal 10%, berarti ia bisa meningkat seiring meningkatnya penghasilan, yang berarti juga mengecilkan persentase biaya yang lain.

Setelah pulang seminar saya bilang sama ibu saya untuk menambah persentase tabungan saya dan mengurangi biaya hidup. Lalu saya diketawain ibu saya,”Lah penghasilannya mana?” *Glek.. Mengingat beli bensin saja 200rb/ minggu, pulsa 100rb/ bulan de-elel yang harus dipenuhi sendiri.. Mo nambahin persentase tabungan? Mimpi kali ye..

Selanjutnya, Safir memberikan 3 KIAT MENGENAL & MEMILIH INVESTASI YANG TEPAT UNTUK MASA DEPAN,, nih saya ketikin:
Kiat 1: CERDAS PENGELUARAN
Safir membagi Pengeluaran menjadi dua bagian besar : Rutin dan Tidak Rutin. Rutin artinya terkait kewajiban dan kebutuhan. Kebutuhan bisa berupa sembako, dll. Kewajiban bisa berupa biaya SPP, cicilan utang, dll. Tidak rutin terkait dengan keinginan dan gengsi; tau dong…apa kira-kira?
Nah.. supaya cerdas dalam pengeluaran, Safir memberikan tipsnya:
•    Jangan mudah terpengaruh iming-iming penjualan (karena diskon aka nada terus sepanjang tahun bo…..)
•    Silahkan beli barang branded (tapi jangan berlebihan), dan stop membeli barang branded palsu alias KW. Ini masalah kualitas, daya tahan, dan gengsi. Daripada membeli barang KW lebih baik membeli barang tidak bermerk karena banyak juga yang kualitasnya bagus. Parahnya, saat itu saya baru sadar kalo ternyata saya pake tas merek GUCCI KW!! Waduh,,, saya bukan ngejer mereknya sih,, tapi modelnya dan fungsinya yang saya cari, ternyata bermerek KW… Apa boleh buat…hehhe
•    Kendalikan ingin dan gengsi (plis.. saya mo konfre disini,, kalo saya bukan beli GUCCI KW karena gengsi!! Hehehhe..)

Kiat 2: KENALI DAN PILIH INVESTASI
Ada 2 macam jenis investasi: Yang memberikan pendapatan tetap dan yang memberikan pertumbuhan.
Pemilihan ini tergantung pada keberanian akan resiko serta usia. Untuk saya yang masih muda, saya bisa memilih di antara investasi yang memberikan pertumbuhan (saham, reksadana, valas, barang koleksi, emas permata, properti, dll), sedangkan yang sudah ‘matang’ bisa memilih investasi dengan pendapatan yang tetap (tabungan, deposito, surat utang, deviden saham, anuitas, penyewaan properti, dll). Bila masih takut berinvestasi, mulailah dari yang resikonya kecil. Anda takut berenang, ceburkan diri Anda di tepat yang dangkal! *Mulai ancang-ancang beli emas dari gaji, nabung mingguan dari hasil praktek, dan menabung bulanan rutin dari bonus…hehheheh

Kiat 3: BUKALAH BISNIS.
Ada 2 macam bidang bisnis: barang dan jasa. Bisnis penjualan barang membutuhkan dana yang besar, keuntungan yang standar karena harga barang selisih penjualannya tidak bisa sangat tinggi dibandingkan harga pasaran. Sementara harga penjualan jasa, tarifnya tidak terbatas, tergantung dari reputasi sang punya layanan jasa, namun dibatasi oleh kondisi fisik manusia. Apapun bidang bisnis Anda, yang penting adalah kenali cara promosi yang tepat. Dan kata Safir, yang pentinga adalah CASHFLOW, bukan laba. Alhamdulillah saya sudah punya bisnis., tinggal menjalankan 2 kiat di atas..hehehhe.

Oh iya, Safir juga ngasih tau tentang 5 hobi pria yang bisa menguras kantong! Waspada hai para wanita.. karena kalo sudah urusan salah satu dari 5 ini, maka pria bisa sama borosnya dengan wanita. Apakah itu? Rahasia ah… nanti yang pria pada protes. Wakakakkakak..

Oke deh segitu dulu cerita yang rada nggak nyambung ini,, semoga para dokter nambah ilmunya dari tulisan ini,, bukan hanya ngurusin pasien doang,,,heheh

About armelzahfauzi

General Practitioner, Lecturer, Daughter, Wife, Mother, Human, Servant of God. View all posts by armelzahfauzi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: