Tanya Yuks!

Seringkali saya alami, seseorang menanyakan tentang pengobatan yang dia jalani kepada saya, padahal dia bukan pasien saya. Terkadang saya agak kesulitan menjawabnya, karena pertanyaannya berbunyi seperti ini:

“Saya kemaren sakit kepala, terus dikasih obat tablet sama dokter A, kok saya jadi mecret-mencret ya?” (tanpa bisa menunjukkan obatnya jenis apa, merek apa, pokoknya tablet, lah mana saya tau apa yang dikasih sama dokternya, apa jangan-jangan si bapak mencret karena hal lain. Tapi dia tidak berfokus pada penyembuhan penyakitnya, melainkan pada efek obatnya)

“Saya baru saja minum obat dari dokter B, kira-kira obatnya bisa berefek ke jantung nggak?” (sambil menunjukkan botol obat racikan tanpa tertulis komposisinya, lah mana saya tau efeknya, wong isinya saja saya masih gelap, kalau diisi tepung terigu saja saya juga nggak tau)

“Obat penghilang jerawat merek X yang dijual online itu aman nggak? Temen aku jerawatnya bener-bener hilang loh!” (lah mana saya tau, lagi-lagi tidak ada komposisinya, yang bikin saya juga tidak tau siapa)

Yang lebih lucu lagi adalah saya pernah mendapat pertanyaan saat saya sedang melakukan penyuluhan:
“Teman saya itu didiagnosis kena kanker dok, tapi dia tidak berobat ke rumah sakit, dia makan pepaya selama 1 tahun tanpa makan-makanan yang laen kecuali minumnya air putih, dan dia sembuh dok. Kenapa ya dok bisa begitu?”
(Sungguh sangat gelap, yang menanyakan bukan yang empunya sakit sehingga saya tidak bisa mengorek informasi: kanker apa? stadium berapa dikatakan sembuh oleh siapa? Atau jangan-jangan malah menuju kematian. Akhirnya saya jawab, bahwa karena data tidak lengkap, saya tidak bisa menyimpulkan, dan belum ada penelitian yang valid mengenai apakah seseorang bisa sembuh dari kanker setelah makan pepaya selama satu tahun!)

Lebih parah lagi, ada yang pernah bertanya kepada saya bahwa dia didiagnosis terkena diabetes dan dia melakukan pantang makan lalu berobat ke ‘orang pintar’ yang menyuruhnya minum air rendaman kalung emas, dan selanjutnya dia disuruh minum secangkir air gula. Dia bilang dia sembuh merasa sembuh, (tanpa mau membuktikan dengan pemeriksaan gula darah), bagaimana bisa demikian menurut medis?

By the way, bila saya boleh memberikan saran: berobatlah ke tempat yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kenapa? Karena ini menyangkut hidup anda yang sangat berharga. Sampai sekarang dokter tidak ada yang berani berkata bahwa “dapat menyembuhkan segala penyakit”, karena itu sudah jadi ranahnya Tuhan. Terapi yang diberikan berdasarkan penelitian, terus diupdate dari berbagai penjuru dunia, dan adalah kewajiban dokter untuk mengikuti segala perkembangan tersebut.

Saya tidak merendahkan jalur pengobatan lain, saya percaya bahwa kesembuhan dapat melalui perantara siapa saja dan apa saja, asal Tuhan menghendaki. Namun liat-liat dulu, apakah si perantara ini sudah melampaui kuasanya Tuhan.

Pilihan ada di tangan Anda, mau memilih pengobatan jalur apa. Tapi bila anda memilih jalur medis, mungkin bisa melihat hak dan kewajiban Anda sebagai pasien yang tertuang dalam UU no 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran:

Selain itu, bila Anda berobat ke rumah sakit, bisa juga dilihat pada Surat Edaran Dirjen Yanmed No. YM. 02.04.3.5.2504 tahun 1997 tentang Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter, dan Rumah Sakit, butir nomor 9, mengenai informasi apa yang berhak didapat pasien, yaitu:

  • Penyakit yang diderita
  • Tindakan medis apa yang hendak dilakukan
  • Kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya.
  • Alternatif terapi lainnya.
  • Prognosisnya.
  • Perkiraan biaya pengobatan.

So, jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter yang telah merawat anda dan memberi anda obat tentang apa yang Anda ingin ketahui selama mencakup hak pasien. Setelah anda jelas mendapatkan informasi, namun Anda ingin mencari pendapat lain mengenai penyakit Anda, Anda berhak datang ke dokter lain, dan Anda bisa menentukan mau menjalankan pengobatan yang mana, setelah kedua infonya jelas.

Selanjutnya, carilah pendapat pada jalur yang sama. Anda tentu tidak bisa meminta tinjauan secara medis atas pengobatan yang dilakukan ‘orang pintar’ karena tidak nyambung. Anda juga tidak bisa bertanya akan sesuatu dengan tidak memberikan informasi yang lengkap, karena cara kerja orang medis tidak ‘menerawang’, harus berbasis bukti.

Mari, bertanya pada orang yang tepat dengan cara yang tepat!

 

About armelzahfauzi

General Practitioner, Lecturer, Daughter, Wife, Mother, Human, Servant of God. View all posts by armelzahfauzi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: