Salah Tafsir o_O

Kisah nyata: seorang pasien berobat ke ugd, dan ternyata membutuhkan oksigen, singkat cerita setelah stabil dan diperbolehkan pulang, si pasien ini menyatakan dengan tegas: “Saya tidak mau membayar oksigen, Tuhan aja memberikan oksigen gratis. Kenapa saya harus bayar?”

Whattttt….. Sekalian aja ga usah bayar pajak bumi dan bangunan, Tuhan kan ngasih tanah gratis, atau nggak usah bayar air ledeng, Tuhan kan ngasih air gratis..Sepertinya ada yang lupa bahwa yang dibayar itu proses pengolahannya atau aturannya, bukan isi oksigennya, atau airnya, atau tanahnya.

Sama seperti saya dengar ada pasien yg curhat bahwa dokter A mahal banget operasinya, mata duitan tuh dokter. Loh, mana bisa dinilai begitu apalagi operasi di rumah sakit, apakah orang banyak berfikir biaya operasi itu hanya biaya dokter saja? Ada biaya ruangan rawat, biaya obat, biaya alat, biaya ruang operasi, dll. Lagipula itu dokter di rumah sakit pemerintah, mana bisa dia semena2 menetapkan tarif sekian2 untuk operasi rutin yang sudah ditentukan tarifnya oleh rumah sakit, misalnya untuk SC. Memang sebaiknya dia liat di kwitansi pembayaran, berapa sih tarif dokternya. Bahkan kadang2 ada loh yang di kwitansi nulis sekian tarif dokternya padahal ternyata fee dokternya cuma sekian persen dari situ. Ini benar terjadi di klinik oknum yang mempekerjakan dokter dengan memberi fee hanya 10% dari yang tertulis di kwitansi yang diberikan ke pasien!!!

Atau cerita yang satu ini, seorang pasien dgn kartu miskin datang ke rumah sakit yang ternyata seluruh ruangan kelas 3 nya sudah penuh semua. Tentu saja, sambil menunggu ruang kosong, pasien diinapkan di ugd. Pasien berang, datang pula keluarganya yang aparat pemerintahan menuduh si rumah sakit (yang swasta ini) membuat aturan2 baru. Si admin ikut2an berang, karena yakin dia sudah melakukan sesuai prosedur, bahwa ketika ruangan untuk pasien askin sudah penuh, maka pasien bisa memilih mencari rs lain, atau menginap sementara di ugd, atau menjadi pasien umum di kelas yang lebih tinggi. Memang sungguh ironis masalah kartu2 askin ini. Masyarakat bersorak gembira karena sang pemimpin memberi sokusi pengobatan gratis, namun disisi lain menjadikan rs sebagai kambing hitam: tidak boleh menolak pasien, tapi kalo ruangan penuh,pasien membludak, hingga tempat tidur di ugd tidak tersedia lagi, maka siap2lah besok membaca di koran: RS A menelantarkan pasien di lantai! Belum lagi dokternya kerja keras bagai kuda, dengan istirahat yang tidak cukup untuk menjaga kewaspadaan dan kesehatannya sendiri. Awas nanti salah2 masukin obat karena ngantuk🙂 . Dokter jaga malam itu (yang kadang sudah jaga dari paginya) tidak sama dengan jaga malam siskamling, selain mesti melek, dia juga mesti mikir : capek badan capek pikiran, belum lagi capek hati kalo ada yang ngotot2. Hahaha… nasib-nasib.

Mungkin selama ini masyarakat sudah salah tafsir tentang arti gratis, beda pengabdian dan perbudakan, hak dan kewajiban.

Oia, btw, pakabar nih teman2 yang ptt, masihkah terancam ditunda gajinya (lagi)? Apa orang pada lupa ya kalo manusia itu butuh makan setiap hari…hehehe.

About armelzahfauzi

General Practitioner, Lecturer, Daughter, Wife, Mother, Human, Servant of God. View all posts by armelzahfauzi

One response to “Salah Tafsir o_O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: